Loading...

MENGENAL DIABETES MELITUS

"Gaya hidup sehat adalah obat terbaik untuk diabetes, Mulai sekarang sayangi tubuhmu yang sudah bekerja keras untukmu!"


HIDUP SEHAT TANPA DIABETES

Tantangan kesehatan kronis yang terus meningkat setiap waktu. Data di Indonesia juga menunjukkan trend yang mengkhawatirkan. Menurut survei kesehatan terbaru, prevalensi diabetes di Indonesia pada usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 8,5%–11,7%, dengan jenis Diabetes Melitus Tipe 2 sebagai bentuk yang paling umum di masyarakat. Jumlah penderita diperkirakan mencapai puluhan juta orang dewasa, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban diabetes tertinggi di dunia.

Infografis


Cek secara rutin kadar gula darah anda ke puskesmas, agar anda terhindar dari penyakit diabetes melitus.
img-responsive
img-responsive
img-responsive
img-responsive

Anda Mau Konsultasi, hubungi Contact Person kami :

08213456789

Apa itu Diabetes Melitus ?


Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (WHO, 1999).

Jenis-jenis Diabetes Melitus

Diabetes Melitus terbagi dalam beberapa tipe, antara lain yaitu:

  1. Diabetes Melitus Tipe 1
    • Merupakan penyakit autoimun di mana sistem imun tubuh menyerang dan merusak sel beta pankreas yang memproduksi insulin.
    • Biasanya terjadi pada anak-anak atau remaja, tetapi dapat muncul pada usia berapa pun.
    • Penderita membutuhkan insulin dari luar (injeksi) seumur hidup.
  2. Diabetes Melitus Tipe 2
    • Disebabkan oleh resistensi insulin (tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif) dan/atau produksi insulin yang tidak mencukupi.
    • Umumnya terkait dengan gaya hidup tidak sehat, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik.
    • Lebih sering terjadi pada orang dewasa, tetapi kini banyak ditemukan pada usia muda akibat pola hidup.
  3. Diabetes Melitus Gestasional
    • Terjadi selama kehamilan pada wanita yang sebelumnya tidak memiliki diabetes.
    • Biasanya sembuh setelah melahirkan, tetapi meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di masa depan.
  4. Diabetes Tipe Lainnya
    • Disebabkan oleh faktor genetik, penyakit lain, atau efek samping obat tertentu.

Gejala Diabetes Melitus

Diabetes seringkali muncul tanpa gejala. Namun demikian ada beberapa gejala yang harus diwaspadai sebagai syarat kemungkinan diabetes.

  • Rasa haus yang berlebihan (polidipsia).
  • Sering buang air kecil (poliuria), terutama malam hari.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Rasa lapar terus-menerus (polifagia).
  • Kelelahan dan lemah.
  • Luka sulit sembuh.
  • Infeksi berulang, terutama pada kulit, gusi, atau organ reproduksi.
  • Penglihatan kabur.

Penyebab Diabetes Melitus

Seseorang bisa dikatakan menderita kencing manis/ diabetes melitus karena beberapa penyebab, yaitu:.

  • Tidak melakukan pemeriksaan gula darah secara teratur. Begitu terdapat gejala seperti lemas ataupun seperti gejala yang disebutkan sebelumnya, periksakan segera diri Anda ke dokter. Kadang kencing manis bisa ditanggulangi dengan pendeteksian dini.
  • Nutrisi yang tidak seimbang. Pola makan seseorang yang tidak memiliki nutrisi seimbang cenderung meningkatkan gula darah. Menu makanan yang hanya didominasi oleh karbohidrat, lemak, dan makanan berkolesterol membuat darah akan penuh dengan kolesterol. Lain halnya dengan serat dan sayuran yang membuat nutrisi terserap sempurna.
  • Aktifitas fisik yang tidak seimbang. Ketika jam kerja selama 8 jam hanya didominasi oleh kegiatan duduk saja, maka otot tubuh tidak akan terlatih dengan baik. Terlebih lagi peredaran darah akan tersumbat karena darah tidak mengalir ketika kolesterol dan lemak jahat dalam darah tidak dikeluarkan melalui aktifitas fisik yang menghasilkan keringat.
  • Mengonsumsi minuman yang disertakan Pemanis Buatan. Kadar glukosa berlebih dalam darah juga bisa disebabkan oleh pemanis buatan. Mengapa begitu? Karena pemanis sederhana tidak memerlukan waktu lama untuk diserap oleh tubuh, sedangkan pemanis buatan akan bertahan dalam darah dan merusak sistem kerja insulin.
  • Cemilan tidak sehat. Apa yang kita konsumsi merupakan pilihan. Jika tidak pintar dalam memilih cemilan, seperti coklat atau es krim, maka glukosa dalam darah meningkat. Pilihlah dengan pintar cemilan yang menyehatkan bagi aliran darah dan tentu saja diri anda, seperti buah, sayur ataupun biji-bijian.

Cara Mencegah Penyakit Diabetes Melitus

Adapun pencegahan Diabetes Melitus bisa dilakukan dengan berbagai macam cara diantaranya:

  1. Pemeriksaan kesehatan secara teratur
  2. Menjaga berat badan ideal.
  3. Aktivitas fisik teratur.
  4. Memperbaiki Kualitas Makanan
  5. Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
  6. Jika sudah terdiagnosa positif Diabetes Melitus, lakukan pengobatan secara intensif
Kembali ke Hal Berita